Pembangunan Jembatan Linggamas di khawatirkan molor

Pembangunan Jembatan Linggamas Dikhawatirkan Molor PURBALINGGA, Dpu – Bina Marga – Bupati Purbalingga Heru Sudjatmoko mengkhawatirkan pembangunan jembatan Linggamas tahap II akan molor dari jadwal semestinya. Progres pembangunan saat ini baru mencapai sekitar 15 persen. Pada tahap II ini, pembangunan jembatan yang menghubungkan Desa Kedungbenda, Kecamatan Kemangkon, Purbalingga dan Desa Petir, Kecamatan Kalibagor, Banyumas di…

Read More

KABUPATEN TEMANGGUNG STUDI TIRU KE PURBALINGGA

Bappelitbangda Kabupaten Purbalingga menerima Pemkab Temanggung yang sengaja hadir untuk melaksanakan Studi Tiru Penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) di Kabupaten Purbalingga. Para tamu dari Temanggung ini diterima di Ruang Rapat Kepala Bappelitbangda Kabupaten Purbalingga, Kamis (1/9). Acara ini juga dihadiri Dinpermasdes, Dindikbud, Pemerintah Desa Kembangan Bukateja, Dinsosdalduk-KBP3A dan PIC Mageh Padha Sekolah

Read More

288 MAHASISWA KKN UMP DISERAHKAN KEMBALI

PURBALINGGA – Sebanyak 288 mahasiswa Universitas Muhamadyah Purwokerto (UMP) yang melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Purbalingga diserahkan kembali ke kampus. Mereka telah menjalankan KKN sejak 17 Juli lalu di tiga kecamatan. Penyerahan mahasiswa KKN ini berlangsung di balai desa Penaruban Kaligondang, Kamis (4/9). Kepala Bappeda Purbalingga Setyadi mengatakan, sebanyak 288 mahasiswa UMP telah menjalankan…

Read More

PERCEPAT PENUNTASAN WAJAR DIKDAS, BAPPEDA SELENGGARAKAN FGD

Program Wajib Belajar yang dicanangkan pemerintah sejak tahun 1950, menjadi gerakan nasional pada tahun 1984, dan kembali dicanangkan tahun 1994 melalui Program Wajar Dikdas 9 Tahun dalam kenyataannya sampai saat ini masih belum sesuai harapan. Dari data Pendataan Program Perlindungan Sosial (PPLS) masih ada 4 persen anak usia SD dan 29 persen anak usia SMP di Kabupaten Purbalingga yang tidak sekolah. Hal ini antara lain disebabkan karena meskipun telah banyak upaya Pemerintah melalui berbagai program, baik melalui BOS, BSM, UGB, RKB, dan berbagai program lain, lebih menyasar  pada anak di sekolah dan belum optimal mengintervensi anak di luar sekolah, demikian dikatakan Kepala Bappeda, Ir. Setiyadi, M.Si dalam Focus Group Discussion (FGD) tentang Penuntasan Program Wajar Dikdas 9 Tahun yang diselenggarakan di Aula Bappeda Kamis (14/8). Menurut Setiyadi, semestinya pemerintah mempunyai sumber dana yang cukup untuk mengatasi hal ini, terlebih sesuai amanat konstitusi kita, pendidikan dasar merupakan hak setiap warga Negara dan pemerintah wajib membiayainya. “Permasalahannya saat ini kita belum mempunyai baseline data valid, lengkap, dan akurat, by name, by address, by case, by picture, sehingga belum dapat dilakukan identifikasi, dipetakan permasalahan dan ditempuh langkah solutif yang tepat. Oleh karena itu, tahun ini kita akan melakukan pendataan seluruh anak yang tidak sekolah pendidikan dasar di seluruh wilayah Kabupaten Purbalingga sampai di tingkat RT”, kata Setiyadi.  FGD menghadirkan narasumber Wakil Rektor I UMP Purwokerto,               Dr. Furqanul Aziez, M.Pd dan diikuti oleh  stakeholderpendidikan  antara lain pejabat structural Dinas Pendidikan, Kantor Kemenag, SKPD terkait, Dewan Pendidikan, Pengawas Sekolah, Kwarcab Pramuka, MKKS, Paguyuban Camat, Lurah, dan Kades, UPT Pendidikan, Penilik PLS, Tokoh Masyarakat, Praktisi, Ormas dan LSM. Aziez mengatakan, secara kualitatif pendidikan dasar belum menunjukkan potret yang baik karena kurikulum beserta proses KBM belum menghasilkan situasi ‘joy of discovery’ pada siswa. Perangkat pendidikan belum mampu menciptakan hasil-hasil maksimal dari learning to know, learning to do, learning to live together, dan learning to be.   Menurut Aziez, pemerataan layanan pendidikan masih belum merata di semua daerah, yang tercermin dari hasil rerata UN yang masih timpang antara satu daerah dengan daerah lain menguatkan bahwa kualitas pendidikan dasar belum baik. “Saat ini APK nasional SMP sederajat 92,52 persen, dan Jawa Tengah sendiri baru 92,57 persen, sedangkan Purbalingga 94.65 persen. Hal ini menunjukkan bahwa Wajar Dikdas belum Tuntas Paripurna yang diindikasikan dengan capaian APK SMP lebih dari 95 persen”, lanjutnya.   FGD dilaksanakan sebagai bentuk perhatian dan komitmen, serta sebagai salah satu instrumen dalam perencanaan dan evaluasi pembangunan bidang pendidikan khususnya terkait akses masyarakat terhadap layanan pendidikan. Hasil FGD diharapkan dapat merekomendasikan, merumuskan, dan menghasilkan formulasi strategi kritis–solutif, efektif – efisien, berdaya guna dan berhasil guna, yang digunakan dalam penyusunan formulasi strategi bidang pendidikan dalam upaya Percepatan Penuntasan Program Wajar  Dikdas 9 Tahun dan persiapan menyongsong Wajib Belajar 12 Tahun di Kabupaten Purbalingga.

Read More

Pembukaan TMMD Sengkuyung III Desa Karangjengkol, Kecamatan Kutasari, Purbalingga

  Purbalingga – Upaya mensejahterakan rakyat, menjadi fokus pembangunan untuk mewujudkan masyarakat yang tercukupi kebutuhan pangan, papan, sandang, kesehatan serta pendidikan. Maka apabila tercukupi paling tidak kebutuhan dasarnya, kesejahteraan masyarakat akan semakin baik dan akan mengurangi berbagai persoalan sosial maupun persoalan kebangsaan. “Ingat, kemiskinan dan kesenjangan dapat menjadi sumber pemicu masalah sosial. Karena terbelit permasalan…

Read More

BAPPELITBANGDA RUTIN EVALUASI MELALUI STAFF MEETING

Untuk memaksimalkan kinerja ke depan, Bappelitbangda Purbalingga rutin melaksanakan Staff Meeting usai Apel Pagi, Senin (5/9) di Ruang Rapat Kepala Bappelitbangda Purbalingga. Kegiatan ini dilakukan untuk mengevaluasi kinerja yang telah lalu untuk kemudian melakukan perencanaan yang lebih baik. Rapat dipimpin Kepala Bappelitbangda Purbalingga, Suroto, dan diikuti seluruh pejabat struktural dan fungsional.

Read More