PERESMIAN JEMBATAN LINGGAMAS DIBAHAS DUA KABUPATEN

Acara peresmian jembatan penghubung dua kabupaten, Banyumas dan Purbalingga atau yang dikenal jembatan Linggamas, dibahas oleh dua kabupaten tersebut. Pembahasan terkait kepanitiaan, anggaran, dan acara serta lokasi peresmian jembatan diatas sungai Klawing yang selesai pengerjaannya pada Desember lalu. Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Purbalingga Sigit Subroto, rencananya peresmian jembatan Linggamas akan dilakukan oleh Gubernur Jawa…

Read More

BAPPELITBANGDA SEGERA LAUNCHING SI INTAN DAN SIPAKIS

Bappelitbangda Kabupaten Purbalingga membuat inovasi untuk memudahkan para peneliti dalam mengajukan ijin penelitian, mencari Informasi terkait bahan penelitian di Purbalingga dan melaporkan hasil penelitiannya. Kemudahan itu dengan adanya aplikasi Si Intan (Sistem Informasi Penelitian). Tak hanya itu, Bappelitbangda Purbalingga juga akan meluncurkan aplikasi Sistem Penanggulangan Kemiskinan (SiPakis). Kedua inovasi ini hanya beberapa dari inovasi-inovasi lainnya…

Read More

PERCEPAT PENUNTASAN WAJAR DIKDAS, BAPPEDA SELENGGARAKAN FGD

Program Wajib Belajar yang dicanangkan pemerintah sejak tahun 1950, menjadi gerakan nasional pada tahun 1984, dan kembali dicanangkan tahun 1994 melalui Program Wajar Dikdas 9 Tahun dalam kenyataannya sampai saat ini masih belum sesuai harapan. Dari data Pendataan Program Perlindungan Sosial (PPLS) masih ada 4 persen anak usia SD dan 29 persen anak usia SMP di Kabupaten Purbalingga yang tidak sekolah. Hal ini antara lain disebabkan karena meskipun telah banyak upaya Pemerintah melalui berbagai program, baik melalui BOS, BSM, UGB, RKB, dan berbagai program lain, lebih menyasar  pada anak di sekolah dan belum optimal mengintervensi anak di luar sekolah, demikian dikatakan Kepala Bappeda, Ir. Setiyadi, M.Si dalam Focus Group Discussion (FGD) tentang Penuntasan Program Wajar Dikdas 9 Tahun yang diselenggarakan di Aula Bappeda Kamis (14/8). Menurut Setiyadi, semestinya pemerintah mempunyai sumber dana yang cukup untuk mengatasi hal ini, terlebih sesuai amanat konstitusi kita, pendidikan dasar merupakan hak setiap warga Negara dan pemerintah wajib membiayainya. “Permasalahannya saat ini kita belum mempunyai baseline data valid, lengkap, dan akurat, by name, by address, by case, by picture, sehingga belum dapat dilakukan identifikasi, dipetakan permasalahan dan ditempuh langkah solutif yang tepat. Oleh karena itu, tahun ini kita akan melakukan pendataan seluruh anak yang tidak sekolah pendidikan dasar di seluruh wilayah Kabupaten Purbalingga sampai di tingkat RT”, kata Setiyadi.  FGD menghadirkan narasumber Wakil Rektor I UMP Purwokerto,               Dr. Furqanul Aziez, M.Pd dan diikuti oleh  stakeholderpendidikan  antara lain pejabat structural Dinas Pendidikan, Kantor Kemenag, SKPD terkait, Dewan Pendidikan, Pengawas Sekolah, Kwarcab Pramuka, MKKS, Paguyuban Camat, Lurah, dan Kades, UPT Pendidikan, Penilik PLS, Tokoh Masyarakat, Praktisi, Ormas dan LSM. Aziez mengatakan, secara kualitatif pendidikan dasar belum menunjukkan potret yang baik karena kurikulum beserta proses KBM belum menghasilkan situasi ‘joy of discovery’ pada siswa. Perangkat pendidikan belum mampu menciptakan hasil-hasil maksimal dari learning to know, learning to do, learning to live together, dan learning to be.   Menurut Aziez, pemerataan layanan pendidikan masih belum merata di semua daerah, yang tercermin dari hasil rerata UN yang masih timpang antara satu daerah dengan daerah lain menguatkan bahwa kualitas pendidikan dasar belum baik. “Saat ini APK nasional SMP sederajat 92,52 persen, dan Jawa Tengah sendiri baru 92,57 persen, sedangkan Purbalingga 94.65 persen. Hal ini menunjukkan bahwa Wajar Dikdas belum Tuntas Paripurna yang diindikasikan dengan capaian APK SMP lebih dari 95 persen”, lanjutnya.   FGD dilaksanakan sebagai bentuk perhatian dan komitmen, serta sebagai salah satu instrumen dalam perencanaan dan evaluasi pembangunan bidang pendidikan khususnya terkait akses masyarakat terhadap layanan pendidikan. Hasil FGD diharapkan dapat merekomendasikan, merumuskan, dan menghasilkan formulasi strategi kritis–solutif, efektif – efisien, berdaya guna dan berhasil guna, yang digunakan dalam penyusunan formulasi strategi bidang pendidikan dalam upaya Percepatan Penuntasan Program Wajar  Dikdas 9 Tahun dan persiapan menyongsong Wajib Belajar 12 Tahun di Kabupaten Purbalingga.

Read More

Pembuatan Jalan Usaha Tani Di Purbalingga Kidul, Didukung Bupati

Bupati Purbalingga menyambut baik rencana Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Maju Makmur Kelurahan Purbalingga Kidul membuat jalan usaha tani. Rencana pembuatan jalan usaha tani melibatkan, serta didukung oleh pemilik tanah dan telah sepakat menyediakn tanah miliknya, dengan tidak meminta ganti rugi. “Pada prinsipnya pemkab menyambut baik, serta akan memfasilitasi permintaan para petani, agar dibuatkan jalan…

Read More